ENS Indonesia

Please wait...

Blog

ENS TIPS

7 Soft Skill yang sangat Universal Ini Harus Dimiliki Oleh Anak Muda!

Published at 26 Jan 2019 01:16

Menghadapi era persaingan yang serba ketat seperti saat ini, keseimbangan hard skill dan soft skill sangat dibutuhkan serta harus di kuasai. Apalagi seperti persaingan masuk kampus terfavorit, nggak bisa di anggap remeh hanya dengan "goyang-goyang" kaki. Untuk mengatasinya, kamu harus menjadi pribadi yang nggak cuma berpendidikan tinggi, tapi juga berkarakter ya, guys.

Sebagai makhluk sosial, kamu dituntut untuk dapat berinteraksi dengan baik. Baik secara individu mau pun kelompok. Karena itulah kamu perlu kuasai tujuh soft skill yang sangat universal ini. Caranya? Keep In View.....

 

1. Percaya Diri

(image:pexels.com)

Percaya diri berarti kamu berani menyuarakan pendapat kamu, jangan sampai kamu punya berbagai ide brilian tapi nggak berani untuk menyampaikannya. Kan sayang banget ya?

Menjadi percaya diri bukan cuman harus jago public speaking aja, and don’t be afraid of hate comments, kamu harus ngerti kalau setiap orang pasti punya opini, dan opini tersebut nggak ada yang benar ataupun salah. Jadi, kamu nggak usah takut dan ambil pusing dengan pendapat orang lain mengenai kamu dan pendapat yang kamu utarakan. "Bacalah biografi orang-orang hebat, maka anda akan menemukan alasan-alasan untuk memiliki rasa percaya diri."

 

2. Komunikasi

(image:pexels.com)

Kemampuan yang satu ini sangat wajib kamu kuasai lho, karena masalah sering sekali muncul gara-gara miskomunikasi. Jadi, kamu harus bisa mengkomunikasikan berbagai hal dengan tepat. Brian Tracy pernah bilang, bahwa komunikasi adalah sebuah keterampilan yang dapat dipelajari. Belajar komunikasi itu seperti mengendarai sepeda atau mengetik. Jika mau mengerjakannya, kamu akan dapat mengubah kualitas dari semua bagian hidupmu.

 

3. Kemampuan Mengatur Waktu

(image:freepik.com)

Kalau kamu harus mengerjakan banyak hal, kamu harus membuat timetable yang jelas untuk mengatur waktu kamu dalam menyelesaikan tugas-tugas tersebut. Misalnya, kamu sering dimintai tolong ini itu oleh dosen, orang tua, teman, atau keorganisasian yang kamu ikuti di kampus karena memang kinerja kerja kamu bagus. Terus, kamu selalu meng-iya-kan semuanya karena merasa nggak enak, padahal ujung-ujungnya kamu kewalahan sendiri.

Memang nggak ada salahnya kalau kamu ingin membuktikan kalau kamu sanggup melakukan semua pekerjaan yang dipercayakan kepada kamu, tapi bukan berarti kamu harus memaksakan diri. Ingat! Kamu harus bisa menjaga batasan diri kamu.

4. Kepemimpinan

(image:pexels.com)

Pernah dengar kalau sifat kepemimpinan merupakan bawaan lahir? Jangan percaya, itu MITOS! Faktanya, berbagai studi mengatakan bahwa sifat kepemimpinan lebih cenderung terbentuk dengan sendirinya melalui beberapa proses. Walau pun tetap ada perbedaan antara para natural-born leaders dan trained leader, sifat kepemimpinan tetap bisa diasah dan bahkan wajib hukumnya!

Kalau ditanya “cara mengasahnya gimana?” jawabannya, kamu harus bisa mengatur diri kamu sendiri dulu, sebelum bisa mengatur orang lain. Dan kamu wajib punya rasa tanggung jawab yang sangat besar atas segala hal yang kamu lakukan karena itu sifat dasar dari seorang pemimpin.

 

5. Memiliki kemampuan bekerja sama dalam tim

(image:pexels.com)

Kamu harus yakin, kalau di dunia ini, nggak ada pekerjaan yang bisa dikerjakan sendirian! Karena itu lah teamwork itu sangat penting. Yang paling penting harus kamu tau dari teamwork adalah kamu nggak boleh egois dan merasa paling benar. Kamu harus bisa menghargai pendapat dan kerja keras orang lain, jangan pernah merasa sungkan juga untuk memberi atau meminta bantuan.

Dan jangan sampai terjadi kebalikannya, jangan sampai kamu yang bersikap egois sendiri terus malah nyusahin teamwork kamu. Perlu kamu sadari, bahwa kerjasama tim adalah bahan bakar untuk membuka cakrawala baru. Menurut Henry Ford, Kebersamaan adalah permulaan. Menjaga bersama adalah kemajuan. Bekerja bersama adalah keberhasilan. Nah, selanjutnya selalu ingat 3 kata ajaib dalam keseharian kamu yaitu "maaf", "tolong, dan "terimakasih" ya...

 

6. Berpikir kritis

(image:pexels.com)

Berpikir kritis itu gimana sih? Berpikir kritis itu maksudnya, kamu harus bisa mencerna dan memecahkan berbagai masalah dengan kreatif dan efektif. Kamu juga harus bisa menganalisa masalah dengan cepat dan tepat.

Dengan membiasakan diri berpikir kritis dalam menghadapi sesuatu, kamu jadi nggak akan gampang panik saat menghadapi situasi genting yang menggemparkan pikiran dan perasaan kamu. Selain itu, kamu juga jadi mampu memahami pola berbagai kejadian yang terjadi di sekitar kamu. Jadi, kamu akan menjadi lebih proaktif.

 

7. Emotional Intelligence

(image:pexels.com)

Kaum zaman now sekarang tuh, gampang banget diserang satu penyakit deh, tau engga penyakit apa? Yaps! BAPERAN! Semoga kamu nggak termasuk dalam salah satunya ya, hehe.

Agar kamu nggak ikut-ikutan baperan, kamu harus pandai mengontrol emosi agar nggak nyusahin diri kamu sendiri atau pun lingkungan kamu. Selain itu, kamu juga harus bisa memahami perasaan orang lain lho. Selalu pertimbangkan perasan orang lain dulu ya, setiap kamu mau melakukan atau mengatakan sesuatu.

Jadi, soft skill itu nggak seperti hard skill yang bisa dipelajari dari nol. Tapi soft skill itu harus “di gali” dari diri kamu lalu “di asah” dengan cara pengembangan diri. Kamu bisa mengasah soft skill dari lingkungan sosial. Makanya, jadwal belajar dan jadwal bersosialisasi kamu harus seimbang.

"Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi, jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan."

 

Penulis : Anggun Widaningsih

Editor : Ayu Desra Y

Related Article