Nilai IPK Itu Penting Nggak Sih?!

12 Mar 2019

IP adalah indeks prestasi atau perhitungan nilai untuk setiap mata kuliah. Sedangkan IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif adalah keseluruhan/kumulatif dari nilai yang masuk.

Indeks Prestasi Kumulatif sering menjadi kebanggaan dan menjadi momok menakutkan juga bagi mahsiswa. Katanya, nilai IPK bisa menentukan tingkat kebangga dan kepercayaan diri seseorang. Memang sepenting itu ya IPK?

Memang segitu pentingnya IPK sampai layak dijadikan “goal” utama mahasiswa? Nggak jarang juga sampai bisa bikin depresi mahasiswa, sampai ada kasus bunuh diri mahasiswa gara-gara nilai, dan bisa bikin di DO dari kampus gara-gara IPK.

Baca juga: 5 Tips Ini Membantu Kamu Terhindar DO dari PKN STAN!

Di DO?! Yaps, PKN STAN memberlakukan DO bagi mahasisa yang nggak bisa memenuhi ketentuan indeks prestasi, di PKN STAN dipersyaratkan IP minimal mahasiswa adalah 2,75 di setiap semesternya. Rata-rata anak PKN STAN itu IP nya di atas 3 lho, dan untuk meraih IP di atas 3 itu relatif. Tinggal bagaimana kamu aja menjalaninya, yang penting kamu nggak melupakan tujuan kamu kuliah adalah untuk belajar. Belajar adalah salah satu sarana yang bisa mendukung kamu untuk mendapatkan IP yang tinggi. Jangankan 3, 4 juga bisa kok kamu dapatkan, asalkan belajar!

 

Jadi, IPK itu penting? Ini nih alasannya!

1. IPK Merupakan Parameter Belajar dan Tanggung Jawab

Saat kamu belajar, tentu kamu memerlukan parameter untuk mengukur tingkat keberhasilan kamu dalam menyerap ilmu. Nah, parameter yang bisa digunakan adalah IP. Nggak cuma itu, IP dan IPK juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab untuk lebih giat menuntut ilmu dan semangat berusaha serta tanggung jawab kepada orang tua yang sudah mendidik kamu.

 

2. IPK yang Tinggi Membuka Banyak Kesempatan

Memiliki IPK yang tinggi akan membuat kamu memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan mendapatkan beasiswa baik di dalam ataupun luar negeri. Apalagi kalau cum laude, itu jadi prestasi tersendiri lho buat kamu dan yang pasti membanggakan bagi orang tua.

 

3. Pertimbangan Agar Nggak di DO

Kalau kamu punya nilai IPK yang memenuhi indeks prestasi, peluang kamu di DO itu sangat sedikit malah kamu bisa menjadi mahasiswa berprestasi. Begitupun sebaliknya, kalau nilai IPK kamu nggak memenuhi standar, ya.. siap-siap aja deh!

 

Kalau membahas soal IPK memang selalu ada pro-kontra, ada juga yang menyebutkan kalau prestasi dalam bekerja itu nggak berkaitan dengan IPK. Prestasi bekerja itu tergantung dari performa dan attitude kamu dalam bekerja.

Tapi, nggak bisa juga bilang kalau IPK itu nggak penting. Mungkin bisa dikatakan, IPK itu penting tapi bukan yang terpenting. Lagi pula sangat disayangkan, kalau IPK mentereng sejagat raya tapi kemampuan dan wawasannya biasa aja, bahkan kurang. Hal tersebut bisa terjadi kalau tujuan kamu memang hanya sekedar angka, dan mau melakukan apa aja hanya untuk mendapatkan IP yang bagus.

Dan sebaliknya, rugi juga kalau kamu sebenernya mampu, tapi nilai pas-pasan cuman karena kamu terlalu cuek dan nggak mau belajar sedikit lebih keras. Menurutku, satu hal yang perlu kamu ingat, kalau “goal” mahasiswa dalam kuliah adalah ilmu bukan nilai. Percaya deh, kalau kamu sungguh-sungguh serius dan semangat mencari ilmu, otomatis IPK kamu akan bagus.

 

Penulis : Anggun Widaningsih

Editor: Sarah Farhana

Related Article

Yuk, join channel telegram resmi ENS bersama ribuan pejuang STAN lainnya.

Di channel ini akan ada info2 terbaru seputar STAN, trik&tips lulus STAN dan kita akan bagi2 Ebook gratis untuk persiapan USM STAN 2019